Survei Konsumen BI: Keyakinan Konsumen Juli 2026 Tetap Terjaga
Survei Konsumen Bank Indonesia edisi Juli 2026 menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga, di tengah pertumbuhan uang beredar yang melonjak signifikan.

Bank Indonesia merilis hasil Survei Konsumen periode Juli 2026 yang menunjukkan tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga stabil. Survei rutin ini menjadi salah satu indikator utama BI dalam memantau sentimen dan daya beli masyarakat.
Selain survei konsumen, BI juga mencatat pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang disesuaikan tumbuh 17,1 persen secara tahunan pada Juli 2026, naik signifikan dari pertumbuhan 13 persen di bulan sebelumnya. Sementara itu, survei harga properti residensial BI menunjukkan kenaikan harga yang masih terbatas pada kuartal II-2026.
Sebagai indikator makroekonomi terkini, BI-Rate berada di level 5,75 persen dengan inflasi tahunan sebesar 2,88 persen dan cadangan devisa mencapai 145,344 miliar dolar AS per Agustus 2026.
Baca selengkapnya di Bank Indonesia
Survei Konsumen BI telah dilaksanakan sejak Oktober 1999 dan kini menjaring sekitar 4.600 rumah tangga di 18 kota besar setiap bulan. Indeks di atas 100 menandakan optimisme, dengan dua komponen utama: Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk enam bulan ke depan. Karena konsumsi rumah tangga menyumbang porsi besar PDB, IKK sering dipakai sebagai indikator dini arah pergerakan ekonomi riil.
Sebagai perbandingan tren, IKK nasional sempat berada di level 124,0 pada November 2025 dan 122,9 pada Maret 2026 — konsisten berada di zona optimis (di atas 100) meski berfluktuasi bulan ke bulan. Menariknya, survei serupa dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode yang berdekatan justru menunjukkan angka lebih rendah (98,0), mengindikasikan perbedaan persepsi tergantung metodologi dan cakupan sampel masing-masing lembaga.
Sumber
Bank Indonesia · dipublikasikan asli pada 10 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB
Buka artikel sumber asliArtikel ini dikurasi dan diklasifikasikan dengan bantuan AI dari sumber resmi pemerintah — bukan ditulis AI dari nol maupun hasil reportase Publik Bijak. Ringkasan ditulis ulang oleh AI, kutipan resmi ditampilkan apa adanya dari sumber. Pelajari selengkapnya di Kebijakan AI kami.
Artikel Terkait

49 Tahun Reaktivasi Pasar Modal Indonesia, OJK Luncurkan ETF Emas
Memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, OJK meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas sambil menegaskan integritas pasar sebagai prioritas utama.
16 jam lalu
Mengenal Kementerian Ketenagakerjaan RI: Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya
Kementerian yang menangani urusan ketenagakerjaan, termasuk penempatan dan perlindungan tenaga kerja.
4 hari lalu

OJK Terbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2025
OJK merilis Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025, mencatat pertumbuhan positif sektor keuangan syariah nasional.
5 hari lalu

BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen Year-on-Year
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan, dengan sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi.
6 hari lalu

