49 Tahun Reaktivasi Pasar Modal Indonesia, OJK Luncurkan ETF Emas
Memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, OJK meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas sambil menegaskan integritas pasar sebagai prioritas utama.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas bertepatan dengan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya OJK memperkaya instrumen investasi bagi masyarakat sekaligus mendorong pendalaman pasar modal domestik.
OJK menegaskan bahwa penguatan integritas pasar modal menjadi prioritas utama dalam mempercepat transformasi pasar yang lebih efisien, transparan, dan tepercaya. Selain peluncuran ETF emas, OJK turut menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025 yang mencatat pertumbuhan positif sektor keuangan syariah nasional.
Baca selengkapnya di Otoritas Jasa Keuangan
ETF (Exchange Traded Fund) adalah instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa layaknya saham, namun isinya berupa kumpulan aset (dalam hal ini emas) yang dikelola secara pasif — memberi investor ritel akses ke aset emas tanpa perlu menyimpan fisiknya. Peluncuran ETF emas ini melengkapi ragam instrumen investasi berbasis komoditas yang selama ini masih terbatas di pasar modal Indonesia.
Pasar modal Indonesia pertama kali diaktifkan kembali pada 1977 setelah sempat vakum sejak era kolonial, dan sejak itu terus berkembang dengan penambahan instrumen baru — dari saham dan obligasi konvensional, reksa dana, hingga kini produk berbasis syariah dan komoditas seperti ETF emas ini.
Sumber
Otoritas Jasa Keuangan · dipublikasikan asli pada 10 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB
Buka artikel sumber asliArtikel ini dikurasi dan diklasifikasikan dengan bantuan AI dari sumber resmi pemerintah — bukan ditulis AI dari nol maupun hasil reportase Publik Bijak. Ringkasan ditulis ulang oleh AI, kutipan resmi ditampilkan apa adanya dari sumber. Pelajari selengkapnya di Kebijakan AI kami.
Artikel Terkait

Survei Konsumen BI: Keyakinan Konsumen Juli 2026 Tetap Terjaga
Survei Konsumen Bank Indonesia edisi Juli 2026 menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga, di tengah pertumbuhan uang beredar yang melonjak signifikan.
16 jam lalu
Mengenal Kementerian Ketenagakerjaan RI: Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya
Kementerian yang menangani urusan ketenagakerjaan, termasuk penempatan dan perlindungan tenaga kerja.
4 hari lalu

OJK Terbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2025
OJK merilis Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025, mencatat pertumbuhan positif sektor keuangan syariah nasional.
5 hari lalu

BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen Year-on-Year
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan, dengan sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi.
6 hari lalu
