BPOM Terbitkan Izin Edar Fexuprazan untuk Terapi Esofagitis Erosif

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin edar untuk Fexuprazan, bahan aktif obat baru yang digunakan untuk terapi esofagitis erosif — kondisi rusaknya lapisan esofagus akibat paparan asam lambung berkepanjangan, yang dapat berkembang dari penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Izin edar diterbitkan pada April 2026 dan diumumkan lebih lanjut oleh BPOM melalui kanal resminya pada 10 Agustus 2026.

Redaksi Publik Bijak11 Agustus 2026 pukul 13.30 WIB
BagikanWhatsAppXFacebook

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin edar untuk Fexuprazan, bahan aktif obat baru yang digunakan untuk terapi esofagitis erosif — kondisi rusaknya lapisan esofagus akibat paparan asam lambung berkepanjangan, yang dapat berkembang dari penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Izin edar diterbitkan pada April 2026 dan diumumkan lebih lanjut oleh BPOM melalui kanal resminya pada 10 Agustus 2026.

Fexuprazan bekerja dengan menghambat produksi asam lambung melalui pengendalian enzim H⁺/K⁺-ATPase pada sel parietal lambung — mekanisme kerja penghambat pompa proton (proton pump inhibitor) yang bersifat langsung dan reversibel. BPOM menyebut sekitar 30 persen kasus GERD berpotensi berkembang menjadi esofagitis erosif apabila tidak ditangani.

Kutipan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

BPOM terus mendukung hadirnya terapi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pengobatan masyarakat.

Baca selengkapnya di Surabaya Inside

Sumber

Badan Pengawas Obat dan Makanan · dipublikasikan asli pada 10 Agustus 2026 pukul 16.57 WIB

Buka artikel sumber asli

Artikel ini dikurasi dan diklasifikasikan dengan bantuan AI dari sumber resmi pemerintah — bukan ditulis AI dari nol maupun hasil reportase Publik Bijak. Ringkasan ditulis ulang oleh AI, kutipan resmi ditampilkan apa adanya dari sumber. Pelajari selengkapnya di Kebijakan AI kami.

Artikel Terkait

Lainnya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Lihat semua