Digital Leadership Academy: Komdigi Perkuat Kepemimpinan TVRI Menuju Media Publik Modern

Kementerian Komunikasi dan Digital membuka program Digital Leadership Academy bagi pimpinan TVRI, sebagai bagian dari transformasi organisasi menuju media publik yang modern dan profesional.

Redaksi Publik Bijak3 Agustus 2026 pukul 16.00 WIBDiperbarui 10 Agustus 2026 pukul 17.53 WIB
BagikanWhatsAppXFacebook
Digital Leadership Academy: Komdigi Perkuat Kepemimpinan TVRI Menuju Media Publik Modern

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka program Digital Leadership Academy bagi para pimpinan TVRI di Depok, sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan dan transformasi organisasi media publik nasional. Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar TVRI, RRI, dan ANTARA dapat tumbuh menjadi kantor berita negara yang profesional dan modern setara lembaga sejenis di luar negeri.

Program ini menyasar penguatan kompetensi digital para pemimpin lembaga penyiaran publik, mencakup strategi konten, tata kelola organisasi, hingga adaptasi teknologi baru dalam industri media. Selain itu, Komdigi turut menggelar konsultasi publik terkait evaluasi regulasi telekomunikasi serta menjadi tuan rumah kompetisi keamanan siber internasional bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

Transformasi ini terjadi di tengah tantangan berat lembaga penyiaran publik: jumlah penonton televisi nasional menurun sekitar 8 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir, sementara anggaran TVRI sempat dipangkas 48 persen (Rp732,29 miliar dari semula Rp1,52 triliun) dan RRI dipangkas Rp300 miliar pada 2025. Sebagai perbandingan skala, anggaran gabungan TVRI-RRI tidak sampai 3 persen dari anggaran tahunan BBC (sekitar Rp90 triliun).

Di tengah keterbatasan itu, TVRI memiliki roadmap 10 tahun menuju "World Class Broadcaster" — lima tahun pertama (2022-2026) untuk membangun fondasi teknologi digital, dilanjutkan lima tahun kedua (2027-2031) untuk bersaing di panggung konten digital global. Salah satu momentum pemulihan audiens adalah hak siar eksklusif gratis Piala Dunia FIFA 2026, yang menandai kembalinya TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia setelah 28 tahun absen sejak 1998.

Sumber

Kementerian Komunikasi dan Digital RI · dipublikasikan asli pada 3 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB

Buka artikel sumber asli

Artikel ini dikurasi dan diklasifikasikan dengan bantuan AI dari sumber resmi pemerintah — bukan ditulis AI dari nol maupun hasil reportase Publik Bijak. Ringkasan ditulis ulang oleh AI, kutipan resmi ditampilkan apa adanya dari sumber. Pelajari selengkapnya di Kebijakan AI kami.

Artikel Terkait

Lainnya dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI

Lihat semua